Mengenal Angka Lewat Sentuhan: Inovasi TK Islam Montessori
Pernahkah Anda merenungkan bagaimana anak-anak memahami dunia di sekeliling mereka? Di TK Nuryanti GIMS, Bandung, kami memandang proses belajar sebagai sebuah perjalanan yang dimulai dari pengalaman nyata menuju ke pemahaman abstrak. Dalam artikel ini, kita akan menyelami metode Montessori dalam pendidikan anak usia dini, khususnya bagaimana kami mengintegrasikan pendidikan Islam dengan pendekatan yang berpusat pada anak.
Ketika Sentuhan Menjadi Pembelajaran
Di salah satu kegiatan kami, anak-anak diajak untuk 'meraba angka' sebelum mereka mulai menulis angka. Mengapa? Karena pada usia dini, otak anak lebih responsif terhadap pengalaman sensorik. Maria Montessori, pendiri metode Montessori, percaya bahwa proses dari konkrit ke abstrak adalah kunci dalam membantu anak-anak memahami konsep yang kompleks. Dengan menggunakan 'Sandpaper Numbers', anak-anak membangun pengenalan terhadap angka melalui indera peraba, yang merupakan langkah awal penting sebelum bergerak ke penulisan dan perhitungan.
Membangun Fondasi yang Kuat
Apa yang membuat pendekatan ini unik? Anak-anak tidak hanya sekadar 'menghafal' angka, tapi benar-benar memahami bentuk dan esensi angka tersebut. Ini membantu dalam membangun memori otot tangan dan mengenalkan bentuk angka secara alami. Saat anak-anak mulai menulis angka, mereka melakukannya dengan kepercayaan diri yang berasal dari pengenalan sebelumnya. Ini adalah tentang membangun fondasi yang kuat - satu yang mempersiapkan anak untuk tahapan akademik berikutnya tanpa rasa takut atau kejutan.
Lebih dari Sekadar Bermain
Aktivitas seperti 'meraba angka' ini mengajarkan anak bahwa belajar tidak hanya terbatas pada apa yang mereka lihat, tapi juga apa yang mereka rasa dan sentuh. Ini sejalan dengan prinsip Montessori yang menekankan pada belajar melalui kegiatan praktis. Di TK Nuryanti GIMS, kami berupaya keras untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung eksplorasi mandiri dan menghargai proses belajar setiap anak, sesuai dengan kecepatan mereka masing-masing.
Perjalanan Kecil dengan Dampak Besar
Pengalaman belajar anak di TK Nuryanti GIMS tidak hanya tentang memenuhi kurikulum. Lebih dari itu, kami berfokus pada pembelajaran yang bermakna dan bertahan lama. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam setiap aktivitas, kami menanamkan kecintaan pada belajar dan rasa hormat terhadap proses pengetahuan dari usia dini. Aktivitas seperti 'meraba angka' menjadi simbol dari pendekatan kami: pelan, konsisten, dan penuh makna.
Mengapa Ini Penting?
Dalam dunia yang terus berubah, kemampuan untuk belajar dan beradaptasi menjadi kunci. Melalui pendekatan Montessori yang terintegrasi dengan pendidikan Islam, kami membekali anak-anak dengan fondasi yang kuat dalam pemahaman konsep, kemandirian, dan kepercayaan diri. Ini bukan hanya tentang angka; ini tentang mempersiapkan anak-anak untuk menjadi pemikir kritis dan pembelajar seumur hidup.
Kesimpulan: Langkah Kecil Menuju Masa Depan
Di TK Nuryanti GIMS, setiap kegiatan, termasuk 'meraba angka', adalah bagian dari perjalanan besar dalam mempersiapkan anak-anak untuk sukses di masa depan. Dengan menghargai setiap tahap pembelajaran dan mengintegrasikan nilai-nilai Islam, kami berupaya menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan spiritual yang kuat. Mari mulai perjalanan belajar yang bermakna bagi anak-anak Anda hari ini juga.
Video Terkait
Lihat aktivitas ini lebih lanjut di video TikTok kami:
- Video: Lihat di TikTok
Tertarik dengan metode pembelajaran kami? Kunjungi TK Nuryanti GIMS atau hubungi kami untuk informasi pendaftaran!
Video TikTok Terkait
🔢 “Anak Ngeraba Angka Sebelum Menulis Angka.” Di Montessori, anak nggak langsung disuruh nulis angka. Mereka meraba angka dulu. Karena di usia dini, otak anak belum siap lompat ke simbol. Mereka butuh pengalaman nyata — disentuh, dirasakan, diulang. Maria Montessori menyebut ini proses concrete → abstract. Sandpaper Numbers dirancang khusus supaya anak mengenal bentuk angka lewat indera peraba sebelum masuk ke tahap menulis dan menghitung. Banyak anak kesulitan angka karena: – langsung dikenalkan simbol – dipaksa menulis sebelum siap – belajar lewat worksheet – fokus ke hasil, bukan proses Akhirnya anak hafal… tapi nggak paham. Dengan Sandpaper Numbers, anak: ✨ membangun memori otot tangan ✨ mengenal bentuk angka secara alami ✨ lebih siap menulis tanpa tertekan ✨ memahami angka, bukan sekadar menghafal Anak menelusuri angka dengan jari, mendengar penyebutannya, lalu mengulang dengan ritme mereka sendiri. Pelan, konsisten, dan bermakna — sesuai kesiapan anak. Hasilnya kelihatan saat anak mulai menulis angka tanpa dipaksa. Tangan lebih mantap, bentuk lebih tepat, dan anak lebih pede karena “aku sudah kenal angkanya” Kalau fondasi konsep angka kuat dari awal, anak nggak akan kaget saat masuk tahap akademik berikutnya. 🎒 Di Nuryanti Montessori, setiap aktivitas disiapkan untuk menjawab bisikan kecil anak: “Ayah, Bunda... ajarkan aku untuk bisa melakukannya sendiri.” Pendaftaran sudah dibuka!!! mulai perjalanan belajarnya hari ini juga. 📍Jl. Teratai Mekar VIII No.27. RT/RW 02 / 02 Komplek panghegar Permai