Meraih Kemandirian: Kisah Montessori di Bandung

13 Desember 2025
3 menit baca
Montessori Education
Islamic School
Pendidikan Anak Usia Dini
Bandung
Montessori Bandung
sekolah Islam
pendidikan karakter
TK Global

Ketika Pilihan Menjadi Kekuatan

Pernahkah Anda mengamati seorang anak memilih mainannya dengan serius? Mungkin tampak sederhana, namun di TK Nuryanti GIMS, sebuah sekolah Islam Montessori di Bandung, momen ini adalah awal dari sebuah perjalanan kemandirian. Di sekolah ini, anak-anak diberi kebebasan untuk memilih alat mereka sendiri, sebuah prinsip dasar dalam Montessori Education. Tapi, apa sebenarnya yang terjadi ketika anak-anak diberi kebebasan memilih?

Di salah satu aktivitas yang direkam dan dibagikan kepada kami, anak-anak terlihat memilih alat belajar mereka dengan penuh pertimbangan. Mereka tidak sekadar 'dibebasin', tapi sedang menjalani latihan tanggung jawab level awal. Ini bukan tentang keras kepala, melainkan tentang dihargai sebagai individu. Dari usia 2,5 hingga 4 tahun, anak-anak lebih kooperatif dan terlibat saat merasa memiliki kontrol atas pilihan mereka. Ini adalah inti dari pendidikan individualized learning yang diusung Montessori.

Lebih dari Sekadar Bermain

Montessori bukan hanya tentang membiarkan anak 'bermain'. Setiap alat yang disediakan di TK Nuryanti GIMS memiliki tujuan yang jelas, ditata dengan rapi, dan disajikan dengan presentasi yang tenang. Anak-anak memilih berdasarkan dorongan internal mereka, membuat proses belajar menjadi sangat relevan bagi mereka. Orang tua sering terkejut melihat bagaimana anak mereka yang mengikuti Montessori Education di sekolah kami menjadi lebih fokus, sabar, bertanggung jawab, dan percaya diri. Mereka belajar untuk memutuskan dan bertanggung jawab atas pilihan mereka sendiri.

Perjalanan Kecil dengan Dampak Besar

Salah satu aspek yang paling menarik dari metode Montessori adalah bagaimana ia mempersiapkan anak untuk kehidupan. Di TK Nuryanti GIMS, kami sering mendengar cerita dari orang tua tentang bagaimana anak mereka kini 'otomatis beresin barang sendiri' dengan alasan 'aku yang pilih, aku yang beresin'. Ini adalah efek Montessori yang nyata dan kami bangga menjadi bagian dari perjalanan penting anak-anak di usia emas mereka.

Golden age tidak menunggu, dan semakin cepat anak belajar mengambil keputusan, semakin kuat karakter yang terbentuk. Kami di TK Nuryanti GIMS, sebagai bagian dari sistem pendidikan anak usia dini di Bandung, berkomitmen untuk memberikan pengalaman belajar yang memungkinkan anak-anak untuk 'own their choices' setiap hari.

Momen-Momen yang Mengajarkan

Apa yang bisa dipelajari orang tua dari pendekatan Montessori ini? Penting untuk memberi anak kebebasan memilih dan kesempatan untuk mencoba. Lingkungan yang terlalu mengontrol dan sering mengambil alih kegiatan anak dapat menghambat perkembangan kemandirian dan rasa percaya diri mereka. Di TK Nuryanti GIMS, kami mendesain lingkungan yang mendukung, dimana anak bisa merasakan pengalaman nyata dan belajar dari setiap aktivitas yang mereka pilih.

Kami mengundang Anda untuk melihat sendiri bagaimana metode Montessori, yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam, dapat membentuk karakter anak yang mandiri, bertanggung jawab, dan penuh percaya diri. PPDB Nuryanti Montessori Islamic School sudah dibuka, yuk kasih anak pengalaman belajar yang berbeda.

Yang Tidak Terlihat di Permukaan

Terakhir, mari kita renungkan kembali. Mungkin apa yang kita lihat sebagai 'anak-anak yang bermain' adalah awal dari pembentukan karakter yang kuat. Di TK Nuryanti GIMS, setiap hari adalah kesempatan untuk belajar, tumbuh, dan berkembang. Mari bergabung dengan kami dalam perjalanan ini.

Video Terkait

Lihat aktivitas ini lebih lanjut di video TikTok kami:


Tertarik dengan metode pembelajaran kami? Kunjungi TK Nuryanti GIMS atau hubungi kami untuk informasi pendaftaran!

Video TikTok Terkait

Membalas @ndadondun  Anak yang dibiarkan memilih alat sendiri itu bukan “dibebasin”. Itu latihan tanggung jawab level awal. Di usia 2,5–4 tahun, anak justru lebih kooperatif saat mereka merasa punya kontrol. Bukan karena mereka keras kepala — tapi karena mereka ingin dihargai sebagai individu. Inilah kenapa Montessori menekankan individualized learning. Lingkungan disiapkan, alat ditata, dan anak diberi kebebasan untuk memilih aktivitas yang mereka siap kerjakan. Sayangnya, banyak anak justru tumbuh takut memilih karena: – terlalu sering diarahkan – selalu “diambil alih” – tidak pernah diberi kesempatan mencoba – takut salah dan dimarahi – tidak percaya diri untuk memulai Begitu anak dibiasakan memilih alat dan menyelesaikan aktivitasnya sendiri, hasilnya beda banget: ✨ lebih fokus ✨ lebih sabar ✨ lebih bertanggung jawab ✨ lebih percaya diri Karena mereka belajar memutuskan… lalu bertanggung jawab atas pilihannya. 🛠️ Di Nuryanti Montessori, setiap alat punya tujuan jelas dan disajikan dengan presentasi yang tenang. Anak memilih bukan asal-asalan — tapi berdasarkan inner drive mereka. Dan itulah yang bikin belajar jadi relevan buat mereka. Orang tua kami sering cerita, “Anakku sekarang otomatis beresin barang sendiri. Katanya ‘aku yang pilih, aku yang beresin’.” Yes — itu Montessori effect. PPDB Nuryanti Montessori Islamic School Sudah Dibuka Lingkungan kami dirancang agar anak bisa memilih, mencoba, dan tumbuh dari pengalaman nyata. Golden age itu nggak nunggu. Semakin cepat anak belajar mengambil keputusan, semakin kuat karakter yang kebentuk. 👉DM untuk info pendaftaran Yuk kasih anak pengalaman belajar yang bikin mereka own their choices setiap hari. 🌿✨

Membalas @ndadondun Anak yang dibiarkan memilih alat sendiri itu bukan “dibebasin”. Itu latihan tanggung jawab level awal. Di usia 2,5–4 tahun, anak justru lebih kooperatif saat mereka merasa punya kontrol. Bukan karena mereka keras kepala — tapi karena mereka ingin dihargai sebagai individu. Inilah kenapa Montessori menekankan individualized learning. Lingkungan disiapkan, alat ditata, dan anak diberi kebebasan untuk memilih aktivitas yang mereka siap kerjakan. Sayangnya, banyak anak justru tumbuh takut memilih karena: – terlalu sering diarahkan – selalu “diambil alih” – tidak pernah diberi kesempatan mencoba – takut salah dan dimarahi – tidak percaya diri untuk memulai Begitu anak dibiasakan memilih alat dan menyelesaikan aktivitasnya sendiri, hasilnya beda banget: ✨ lebih fokus ✨ lebih sabar ✨ lebih bertanggung jawab ✨ lebih percaya diri Karena mereka belajar memutuskan… lalu bertanggung jawab atas pilihannya. 🛠️ Di Nuryanti Montessori, setiap alat punya tujuan jelas dan disajikan dengan presentasi yang tenang. Anak memilih bukan asal-asalan — tapi berdasarkan inner drive mereka. Dan itulah yang bikin belajar jadi relevan buat mereka. Orang tua kami sering cerita, “Anakku sekarang otomatis beresin barang sendiri. Katanya ‘aku yang pilih, aku yang beresin’.” Yes — itu Montessori effect. PPDB Nuryanti Montessori Islamic School Sudah Dibuka Lingkungan kami dirancang agar anak bisa memilih, mencoba, dan tumbuh dari pengalaman nyata. Golden age itu nggak nunggu. Semakin cepat anak belajar mengambil keputusan, semakin kuat karakter yang kebentuk. 👉DM untuk info pendaftaran Yuk kasih anak pengalaman belajar yang bikin mereka own their choices setiap hari. 🌿✨